10 Contoh Non Disclosure Agreement Rekrutmen hingga Vendor [+Template]
Butuh contoh non disclosure agreement PDF atau Word? Cek struktur, jenis, komponen dan contoh template siap pakainya di sini.
Table of Contents
- Apa Itu Non Disclosure Agreement (NDA)?
- Struktur Non Disclosure Agreement (NDA)
- Komponen dalam Non Disclosure Agreement (NDA)
- Jenis-jenis Non Disclosure Agreement
- 10 Contoh Non Disclosure Agreement
- Download Contoh Non Disclosure Agreement Gratis!
- Peran HRIS dalam Pengelolaan Dokumen NDA
- Kelola Database Karyawan Lebih & Rapi di KantorKu HRIS
Table of Contents
- Apa Itu Non Disclosure Agreement (NDA)?
- Struktur Non Disclosure Agreement (NDA)
- Komponen dalam Non Disclosure Agreement (NDA)
- Jenis-jenis Non Disclosure Agreement
- 10 Contoh Non Disclosure Agreement
- Download Contoh Non Disclosure Agreement Gratis!
- Peran HRIS dalam Pengelolaan Dokumen NDA
- Kelola Database Karyawan Lebih & Rapi di KantorKu HRIS
Mencari contoh non disclosure agreement atau NDA untuk kebutuhan tim? Artikel ini memiliki beberapa contoh yang bisa Anda gunakan.
Banyak yang baru menyadari pentingnya NDA saat sudah terjadi kebocoran data atau dokumen proyek internal.
Padahal, dengan perjanjian ini, perusahaan bisa menetapkan batas penggunaan informasi rahasia sejak awal kerja sama dan memperkuat perlindungan atas rahasia dagang yang bernilai ekonomi.
NDA biasanya diminta untuk ditandatangani saat onboarding karyawan, kerja sama vendor, hingga proyek bersama.
Oleh karena itu, jika Anda ingin membuat perjanjian kerahasiaan, mari simak apa saja komponen, struktur dan contoh yang bisa digunakan!
Apa Itu Non Disclosure Agreement (NDA)?

Non Disclosure Agreement (NDA) adalah perjanjian yang mengatur agar informasi tertentu tidak dibuka, disebarkan, atau digunakan sembarangan oleh pihak yang menerimanya.
Dalam hubungan kerja dan bisnis, dokumen ini dipakai untuk melindungi hal-hal yang sifatnya sensitif, misalnya strategi bisnis, data pelanggan, dan lainnya.
Konsep ini sejalan dengan perlindungan rahasia dagang, yaitu informasi bernilai ekonomi yang dijaga kerahasiaannya oleh pemilik usaha.
NDA membantu perusahaan melindungi informasi apa yang dianggap rahasia, mengatur siapa yang boleh mengetahui informasi tersebut.
Pembaca juga bisa mengetahui konsekuensinya jika kewajiban kerahasiaan dilanggar. Inilah mengapa NDA berfungsi sebagai pagar awal agar informasi bisnis tidak bocor ke pihak yang salah.
KantorKu HRIS membantu mendigitalisasi dokumen perusahaan. Simpan kontrak kerja dan dokumen penting lainnya dalam database karyawan yang terenkripsi, rapi, dan mudah dicari.
Struktur Non Disclosure Agreement (NDA)
NDA perlu disusun dengan struktur yang baik guna membantu perusahaan menjelaskan maksud kerja sama. Mari simak contoh non disclosure agreement format yang bisa Anda jadikan acuan:
1. Preambule atau Tujuan Perjanjian
Bagian ini menjelaskan mengapa NDA dibuat. Tujuannya adalah memberi batas bahwa pertukaran informasi hanya dilakukan untuk kepentingan kerja sama tertentu, bukan untuk dipakai bebas di luar tujuan tersebut.
Contoh:
Para pihak sepakat bahwa pertukaran informasi dilakukan hanya untuk kepentingan evaluasi kerja sama bisnis dan wajib dijaga kerahasiaannya.
2. Definisi Informasi Rahasia
Bagian ini menerangkan apa saja yang masuk kategori informasi rahasia. Definisi ini bertujuan agar menetapkan batasan jika pihak penerima bisa beralasan bahwa informasi tertentu tidak termasuk objek rahasia.
Contoh:
Informasi rahasia mencakup seluruh data teknis, komersial, operasional, keuangan, dan organisasi yang tidak tersedia untuk umum.
3. Kewajiban Menjaga Kerahasiaan dan Cara Penanganannya
Di bagian ini, NDA menjelaskan kewajiban pihak penerima untuk menyimpan, membatasi akses, dan tidak menyebarkan informasi ke pihak ketiga tanpa izin.
Idealnya, pasal ini juga memuat bagaimana informasi disimpan, siapa saja yang boleh mengakses, dan tindakan pengamanan yang wajib dilakukan.
Contoh:
Pihak penerima wajib menjaga kerahasiaan informasi dan hanya boleh memberikannya kepada personel yang membutuhkan akses untuk pelaksanaan kerja sama.
4. Pemusnahan Informasi
Setelah kerja sama selesai, perusahaan perlu memastikan dokumen fisik maupun digital tidak tetap beredar tanpa kontrol.
Oleh karena itu, NDA biasanya mengatur bahwa seluruh dokumen rahasia harus dikembalikan, dihapus, atau dimusnahkan sesuai instruksi pihak pemberi informasi.
Contoh:
Setelah kerja sama berakhir, seluruh dokumen rahasia wajib dikembalikan atau dimusnahkan paling lambat 14 hari kerja.
5. Jangka Waktu Kewajiban Kerahasiaan
Pasal ini mengatur berapa lama kewajiban menjaga rahasia tetap berlaku, misalnya selama masa kerja dan beberapa tahun setelahnya.
Contoh:
Kewajiban kerahasiaan berlaku selama hubungan kerja berlangsung dan tetap berlaku hingga 3 tahun setelah hubungan kerja berakhir.
6. Sanksi dan Ganti Rugi
Bagian ini menjelaskan konsekuensi jika salah satu pihak melanggar NDA. Bentuknya bisa berupa kewajiban ganti rugi atau langkah hukum lain sesuai isi perjanjian dan hukum yang berlaku.
Contoh:
Setiap pelanggaran atas kewajiban kerahasiaan dapat menimbulkan kewajiban ganti rugi sesuai kerugian nyata yang dialami perusahaan.
7. Ketentuan Tambahan
Ketentuan tambahan biasanya memuat hal-hal pendukung, misalnya larangan negosiasi dengan pihak tertentu atau penegasan bahwa NDA tidak otomatis melahirkan kerja sama lain. Bagian ini terlihat kecil, tetapi membantu saat terjadi sengketa atau perbedaan penafsiran.
Contoh:
Apabila salah satu ketentuan dinyatakan tidak berlaku, ketentuan lainnya tetap mengikat para pihak.
8. Tanda Tangan Para Pihak
Tanda tangan adalah bagian yang menegaskan bahwa kedua pihak benar-benar menyetujui isi perjanjian.
Tanpa persetujuan yang jelas, dokumen akan lebih sulit diposisikan sebagai dasar hubungan hukum yang kuat.
Contoh:
Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani oleh para pihak.
Baca Juga: Non Disclosure Agreement (NDA): Jenis, Isi, & Contohnya [+Gratis Template]
Komponen dalam Non Disclosure Agreement (NDA)
NDA juga memuat beberapa komponen agar tidak menimbulkan celah. Jika Anda sedang menyusun contoh non disclosure agreement sederhana, maka berikut komponennya:
1. Identitas Para Pihak
NDA harus menjelaskan siapa pihak yang membuka informasi dan siapa pihak yang menerima informasi.
Identitas ini berisi nama perusahaan, nama perwakilan, alamat, jabatan, atau status hukum pihak terkait.
Contoh:
PT ABC sebagai Pihak Pengungkap dan Saudara X sebagai Pihak Penerima.
2. Definisi Informasi yang Dilindungi
Komponen ini menguraikan informasi apa saja yang dianggap rahasia agar tidak ada ruang abu-abu.
Semakin jelas ruang lingkupnya, semakin mudah pula perusahaan membuktikan bahwa suatu informasi memang termasuk objek perlindungan.
Contoh:
Informasi rahasia meliputi database pelanggan, struktur harga, laporan keuangan internal, dan SOP operasional.
3. Batas Penggunaan Informasi
NDA tidak cukup hanya melarang penyebaran data, tetapi juga perlu membatasi tujuan penggunaannya.
Jadi, pihak penerima tidak boleh memakai informasi itu untuk kepentingan lain, apalagi untuk kepentingan pribadi atau pesaing.
Contoh:
Informasi hanya boleh digunakan untuk evaluasi kerja sama dan tidak boleh dipakai untuk kepentingan komersial lain.
4. Pengecualian Informasi Rahasia
Tidak semua informasi bisa terus dianggap rahasia. Umumnya, informasi yang sudah tersedia untuk publik, sudah diketahui sebelumnya secara sah, atau dikembangkan secara independen tidak termasuk dalam kewajiban kerahasiaan.
Contoh:
Informasi yang telah tersedia untuk umum tanpa pelanggaran NDA tidak dianggap sebagai informasi rahasia.
5. Masa Berlaku Perjanjian
Perusahaan perlu menetapkan berapa lama kewajiban kerahasiaan berlaku agar kedua pihak paham sejak awal apakah perlindungan berlaku selama proyek, selama hubungan kerja, atau berlanjut setelah kontrak berakhir.
Contoh:
Perjanjian berlaku sejak ditandatangani dan tetap mengikat selama 2 tahun setelah kerja sama berakhir.
6. Konsekuensi Pelanggaran
Komponen ini menjelaskan langkah yang bisa diambil jika ada pelanggaran, baik berupa teguran, penghentian kerja sama, ganti rugi, maupun proses hukum lanjutan. Bagian ini akan lebih kuat jika ditulis secara terukur dan proporsional.
Contoh:
Pelanggaran atas NDA dapat menjadi dasar penghentian kerja sama dan penuntutan ganti rugi sesuai kerugian yang timbul.
Jenis-jenis Non Disclosure Agreement
Jenis NDA biasanya dibedakan berdasarkan siapa yang membuka informasi dan berapa banyak pihak yang terlibat dalam pertukaran informasi.
Secara umum, NDA dibagi menjadi unilateral, bilateral, dan multilateral. Berikut penjelasannya:
1. Unilateral NDA
Unilateral NDA adalah perjanjian satu arah, yaitu ketika hanya satu pihak yang membuka informasi rahasia kepada pihak lain.
Jenis ini paling umum dipakai dalam hubungan kerja, kerja sama vendor, konsultasi, atau saat perusahaan memberikan akses data internal kepada pihak luar.
2. Bilateral NDA
Bilateral NDA dipakai ketika dua pihak sama-sama akan membuka informasi rahasia satu sama lain.
Jenis ini cocok untuk negosiasi bisnis, kerja sama produk, merger, joint venture, atau proyek bersama yang membuat kedua pihak sama-sama bertukar data penting.
3. Multilateral NDA
Multilateral NDA dipakai ketika ada tiga pihak atau lebih yang terlibat dan setidaknya satu pihak akan membagikan informasi rahasia kepada pihak lainnya.
Format ini lebih efisien daripada membuat banyak perjanjian terpisah, terutama pada proyek kolaboratif yang melibatkan beberapa perusahaan sekaligus.
Baca Juga: 5 Contoh Surat Perjanjian Konsinyasi & Cara Membuatnya (+Template)
10 Contoh Non Disclosure Agreement
Setelah memahami struktur dan jenisnya, Anda akan lebih mudah membaca berbagai bentuk NDA yang dipakai dalam praktik.
Mari simak apa saja contoh non disclosure agreement template:
1. Contoh Non Disclosure Agreement Karyawan
Format ini sering dipakai saat onboarding. Isi menekankan larangan membocorkan data internal selama maupun setelah hubungan kerja berakhir.
Contoh:

2. Contoh Non Disclosure Agreement Proses Rekrutmen
NDA rekrutmen biasanya dipakai ketika kandidat mendapat akses ke data atau informasi rahasia tertentu saat seleksi.
Contoh:

3. Contoh Non Disclosure Agreement Vendor
NDA vendor dipakai saat pemasok mendapat akses ke data perusahaan. Hal ini karena vendor sering melihat harga, volume pembelian, spesifikasi teknis, atau data operasional yang tidak boleh tersebar.
Contoh:

4. Contoh Non Disclosure Agreement Mutual
Ini adalah contoh untuk dua pihak yang sama-sama bertukar informasi rahasia. Biasanya dipakai saat penjajakan kerja sama bisnis, pengembangan produk, atau negosiasi komersial.
Contoh:

5. Contoh Non Disclosure Agreement Investor
NDA investor dipakai dalam situasi tertentu, meski dalam praktik banyak investor institusional tidak selalu bersedia menandatanganinya pada tahap awal.
Meski begitu, NDA tetap bisa dipakai untuk pembahasan lanjutan yang melibatkan data keuangan.
Contoh:

6. Contoh Non Disclosure Agreement Project-Based
Jenis ini dipakai untuk proyek dengan durasi tertentu guna melindungi seluruh data dan hasil kerja yang hanya boleh dipakai untuk proyek tersebut.
Contoh:

7. Contoh Non Disclosure Agreement Konsultan
Konsultan sering mengakses informasi strategis seperti laporan keuangan perusahaan. Karena itu, NDA untuk konsultan perlu menegaskan pembatasan akses.
Contoh:

8. Contoh Non Disclosure Agreement Freelance/Remote Worker
Mengingat model kerjanya fleksibel, NDA untuk format ini perlu menegaskan standar akses, penyimpanan file, serta larangan penggunaan perangkat atau akun secara sembarangan.
Contoh:

9. Contoh Non Disclosure Agreement PDF
Banyak orang mencari contoh non disclosure agreement PDF karena format ini mudah dibagikan untuk review internal.
Contoh:

10. Contoh Non Disclosure Agreement Word
Format Word cocok dipakai saat perusahaan masih menyusun atau mengedit pasal demi pasal. Jika Anda sedang mencari contoh yang fleksibel, biasanya versi Word lebih mudah dipakai:
Contoh:

KantorKu HRIS membantu mendigitalisasi dokumen perusahaan. Simpan kontrak kerja dan dokumen penting lainnya dalam database karyawan yang terenkripsi, rapi, dan mudah dicari.
Download Contoh Non Disclosure Agreement Gratis!

Jika Anda sedang mencari contoh non disclosure agreement PDF download, Anda bisa mengunduh template gratis di atas.
Contoh non disclosure agreement sederhana di atas bisa kamu sesuaikan lagi dengan alur bisnis dan kebutuhan.
Untuk mengunduhnya, Anda bisa langsung mengisi formulir berikut:
Peran HRIS dalam Pengelolaan Dokumen NDA
Banyak perusahaan sudah memiliki NDA, tetapi pengelolaannya masih manual. Di sinilah HRIS berperan sebagai sistem yang membantu administrasi dokumen tetap rapi dan aman.
Mari simak bagaimana HRIS bisa membantu pengelolaan dokumen NDA perusahaan:
1. Menyimpan Dokumen secara Terpusat
HRIS membantu perusahaan menyimpan NDA bersama dokumen dalam satu sistem yang lebih tertata.
Cara ini memudahkan tim HR saat harus mencari dokumen karyawan, kontrak, adendum, atau dokumen kerahasiaan tanpa membongkar banyak folder terpisah.
2. Mempermudah Onboarding
Saat karyawan baru masuk, proses administrasi sering memakan waktu karena HR harus mengumpulkan data pribadi, kontrak, dan dokumen tambahan satu per satu.
Dengan HRIS, pengisian data bisa dibuat lebih sistematis sehingga NDA menjadi bagian dari alur onboarding yang lebih tertib, bukan dokumen yang tercecer atau terlambat ditandatangani.
3. Membatasi Akses Dokumen Sensitif
Tidak semua orang dalam perusahaan perlu membuka isi NDA, data gaji, atau catatan SDM tertentu.
HRIS yang baik membantu membatasi akses berdasarkan peran, sehingga risiko data sensitif dibuka oleh pihak yang tidak berkepentingan bisa ditekan.
4. Menghubungkan Data NDA dengan Proses HR Lain
Dokumen ini bisa terkait dengan status kerja, posisi jabatan, akses ke sistem, perubahan peran, sampai evaluasi kepatuhan.
Penggunaan HRIS memudahkan perusahaan mengaitkan data dokumen dengan proses lain seperti absensi, database karyawan, payroll, dan penilaian kinerja.
5. Membantu Perusahaan Lebih Siap Audit
Semakin besar tim, semakin besar pula risiko dokumen tercecer, salah versi, atau sulit dicari saat dibutuhkan.
HRIS membantu perusahaan membangun administrasi yang lebih siap audit karena dokumen dan data SDM tersusun lebih konsisten, bisa ditelusuri, dan tidak bertumpu pada file manual semata.
Kelola Database Karyawan Lebih & Rapi di KantorKu HRIS
Ketika NDA, kontrak kerja, data absensi, payroll, cuti, dan evaluasi kinerja masih tersebar di berbagai tempat, dokumen tercecer akan semakin besar.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda menggunakan aplikasi database karyawan dari KantorKu HRIS yang memiliki fitur employee self-service.

Dashboard Database Karyawan KantorKu HRIS
Maka, agar tata kelola administrasi SDM di perusahaan Anda berjalan lebih ringkas, mari simak beberapa fiturnya:
- Database Karyawan Terpusat: Menyimpan semua informasi pribadi, riwayat karier, hingga dokumen legal (kontrak & NDA) dalam satu tempat yang terorganisir.
- Penyimpanan Dokumen Berbasis Cloud: Mengakses dokumen penting kapan saja dan di mana saja tanpa perlu mencari di tumpukan map fisik.
- Employee Self Service (ESS): Memberikan keleluasaan bagi karyawan untuk memperbarui data mandiri, sehingga database perusahaan selalu up-to-date.
- Monitoring Performa & KPI: Menghubungkan database karyawan langsung dengan sistem penilaian kinerja untuk melihat perkembangan talenta.
- Keamanan Data Tersertifikasi: Melindungi informasi sensitif perusahaan dengan standar internasional ISO 27001, menjamin data tidak bocor atau hilang.
Sekarang Anda tentu menyadari bahwa efisiensi operasional dimulai dari pengelolaan data yang rapi.
Langsung saja book demo gratis sekarang juga untuk melihat cara kerja aplikasi database karyawan KantorKu HRIS dalam mempermudah pengelolaan bisnis Anda!
KantorKu HRIS membantu mendigitalisasi dokumen perusahaan. Simpan kontrak kerja dan dokumen penting lainnya dalam database karyawan yang terenkripsi, rapi, dan mudah dicari.
Referensi:
The Key Elements Of Non-Disclosure Agreements | Forbes
Related Articles
15 Template Form Lamaran Kerja Kosong untuk Rekrut Kandidat, Gratis Download!
15 Template Form Cuti Karyawan Tahunan, Melahirkan, & Sakit [+Gratis Download]