4 Template Petty Cash di Perusahaan [+Gratis Template!]

Template petty cash adalah format pencatatan kas kecil perusahaan untuk memantau pengeluaran rutin, bukti transaksi, dan dana operasional.

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 23 Mei 2026
Key Takeaways
Template petty cash digunakan untuk mencatat pengeluaran operasional kecil perusahaan secara lebih rapi dan terstruktur.
Format petty cash biasanya mencakup tanggal transaksi, nominal, keterangan pengeluaran, dan bukti pembayaran.
Penggunaan template membantu perusahaan mempermudah proses monitoring, audit, dan pengendalian pengeluaran kas kecil.
Pencatatan petty cash yang tidak rapi berisiko menyebabkan selisih kas, human error, hingga potensi fraud.
Sistem digital membantu perusahaan mengelola petty cash dan laporan keuangan secara lebih akurat dan real-time.

Dalam menjalankan sebuah bisnis atau mengelola administrasi perusahaan, kelancaran arus kas dan transparansi dokumentasi keuangan adalah kunci utama keberhasilan operasional.

Bagi Anda selaku pelaku usaha maupun praktisi HRD, memastikan setiap transaksi sekecil apa pun terdokumentasi dengan valid bukan hanya soal kepatuhan administrasi, melainkan juga menjaga stabilitas internal perusahaan. Salah satu elemen keuangan yang krusial namun sering kali luput dari perhatian detail adalah pengelolaan dana kas kecil atau petty cash.

Dokumen dan pencatatan ini menjadi bukti konkret atas pengeluaran-pengeluaran operasional harian yang nominalnya relatif kecil namun intensitasnya sangat tinggi.

Guna mempermudah pekerjaan Anda, penggunaan template petty cash yang terstruktur sangatlah penting agar tidak ada sepeser pun uang perusahaan yang keluar tanpa pelacakan yang jelas. Mari pahami secara komprehensif mulai dari pengertian, komponen wajib, kesalahan umum, hingga mengunduh template siap pakai yang dapat Anda terapkan dalam sistem kerja perusahaan Anda.

Apa Itu Petty Cash?

Petty cash, atau yang sering disebut sebagai kas kecil, adalah sejumlah dana yang disediakan oleh perusahaan untuk mendanai pengeluaran operasional harian yang nominalnya relatif kecil dan tidak praktis jika harus dibayar menggunakan cek atau melalui proses birokrasi perbankan yang panjang.

Bagi Anda yang mengelola operasional kantor, dana ini biasanya digunakan untuk keperluan mendesak seperti membeli alat tulis kantor (ATK), konsumsi rapat dadakan, biaya parkir kurir, atau biaya tak terduga lainnya.

Berdasarkan penelitian dari RIGGS Journal, audit dan laporan harian petty cash terbukti membantu perusahaan mendeteksi transaksi fiktif maupun pengeluaran yang tidak memiliki bukti pembayaran valid.

Kehadiran dokumen pencatatan kas kecil ini memberikan kepastian finansial, akuntabilitas bagi tim administrasi, serta mempermudah proses pencocokan dana (recon) di akhir bulan sebelum diintegrasikan ke dalam aplikasi pembayaran gaji karyawan maupun laporan keuangan besar.

Banner KantorKu HRIS
Reimbursement masih sering tercecer?

KantorKu HRIS bantu proses reimbursement lebih rapi dan terintegrasi otomatis.

Komponen Penting dalam Template Petty Cash

Agar dokumen pencatatan kas kecil yang Anda gunakan sah dan tidak memicu perdebatan saat audit internal, struktur penyusunannya harus dibuat seinformatif mungkin.

Jangan sampai ada detail nominal atau identitas yang terlewat agar tim finance maupun HRD tidak kesulitan saat melakukan pembukuan.

Jika Anda sedang menyusun formatnya, pastikan setiap kolom dan lembar kerja memuat elemen-elemen fundamental keuangan secara rapi. Berikut adalah rincian komponen wajib yang harus tercantum di dalam template petty cash perusahaan Anda:

1. Tanggal Transaksi

Setiap bentuk mutasi keuangan wajib memiliki penanda waktu yang jelas agar proses pembukuan dapat dipertanggungjawabkan sesuai periodenya. Tanpa adanya tanggal yang pasti, tim auditor internal akan kesulitan mencocokkan arus kas dengan fisik uang yang ada.

  • Fungsi: Mencatat waktu pasti kapan pengeluaran atau pengisian kas kecil tersebut dilakukan.
  • Detail: Penulisan tanggal yang runtut sangat krusial untuk memudahkan pelacakan berdasarkan periode harian, mingguan, atau bulanan.

Contoh:

20 Mei 2026.

2. Nomor Bukti Transaksi

Sistem pelacakan dokumen keuangan yang baik selalu mengandalkan kode unik atau penomoran yang sistematis. Komponen ini berfungsi untuk mempermudah pencarian arsip nota fisik apabila sewaktu-waktu terjadi selisih dalam laporan keuangan bulanan.

  • Fungsi: Kode unik atau nomor urut dokumen yang menjadi bukti autentik terjadinya transaksi keuangan.
  • Detail: Nomor ini biasanya disesuaikan dengan nomor nota, kuitansi, atau voucher kas kecil yang ditempel pada lembar laporan.

Contoh:

VKK-0526-001.

3. Deskripsi Pengeluaran

Transparansi dalam laporan keuangan dinilai dari seberapa jelas informasi yang disajikan di dalamnya. Mengisi kolom deskripsi secara detail akan membantu manajemen memahami urgensi dari setiap uang tunai perusahaan yang dikeluarkan oleh staf administrasi.

  • Fungsi: Penjelasan singkat namun jelas mengenai tujuan penggunaan uang tunai tersebut.
  • Detail: Hindari menulis deskripsi yang terlalu umum seperti “pembelian barang”, gantilah dengan keterangan yang spesifik.

Contoh:

Membeli kopi dan camilan untuk rapat klien eksternal.

4. Kategori Biaya

Dalam akuntansi, pengelompokan akun (pos anggaran) sangat penting untuk melihat efisiensi pengeluaran pada sektor operasional tertentu. Penentuan kategori ini membantu manajemen memetakan operasional mana saja yang paling banyak menyerap anggaran kas kecil.

  • Fungsi: Pengelompokan jenis pengeluaran untuk mempermudah analisis anggaran bulanan perusahaan.
  • Detail: Membantu tim accounting memasukkan pengeluaran tersebut ke dalam pos anggaran (COA) yang tepat.

Contoh:

Konsumsi / Rumah Tangga Kantor.

5. Nominal Masuk dan Keluar

Arus kas selalu bergerak dua arah, yaitu pengisian kembali dana dari kas besar dan pengeluaran tunai untuk operasional belanja sehari-hari.

Pemisahan kolom ini secara tegas bertujuan untuk menghindari salah hitung dalam rumus kalkulasi matematis di lembar kerja Anda.

  • Fungsi: Kolom angka yang memisahkan antara dana pengisian ulang (replenishment) dan dana yang dibelanjakan.
  • Detail: Nominal harus ditulis secara presisi sesuai dengan jumlah uang fisik yang bergerak agar tidak memicu selisih bayar.

Contoh:

Masuk: Rp2.000.000

Keluar: Rp150.000.

6. Saldo Akhir

Informasi mengenai sisa dana yang tersedia secara real-time harus selalu terpantau setelah transaksi selesai diinput. Kolom ini menjadi acuan utama bagi pemegang kas kecil untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengajukan pengisian kembali dana kas kecil.

  • Fungsi: Sisa kumulatif dana kas kecil yang siap digunakan setelah dikurangi pengeluaran terbaru.
  • Detail: Saldo ini harus selalu dicocokkan secara fisik (cash opname) dengan uang yang ada di dalam kotak penyimpanan (cash box).

Contoh:

Sisa Saldo: Rp1.850.000.

7. Kolom Approval atau PIC

Aspek legalitas dan otorisasi internal adalah benteng utama perusahaan dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang atau pengeluaran fiktif. Setiap lembar pelaporan harus divalidasi oleh pihak pembuat laporan dan pejabat berwenang yang menyetujuinya.

  • Fungsi: Validasi resmi yang menunjukkan siapa yang mengeluarkan uang dan siapa pejabat yang menyetujuinya.
  • Detail: Menjaga transparansi agar setiap pengeluaran kas kecil tetap berada di bawah kendali manajemen atau kepala divisi.

Contoh:

Dibuat oleh: Siska (Admin)

Disetujui oleh: Ahmad (HR Manager).

Baca Juga: Apa Itu Person in Charge (PIC)? Ini Perbedaannya dengan Supervisor

Contoh Format Template Petty Cash

Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata sehingga memudahkan Anda dalam menyusun dokumen pencatatan kas kecil.

Berikut adalah beberapa contoh format template petty cash dalam berbagai kebutuhan operasional yang umum diterapkan di lapangan:

1. Template Petty Cash Harian

Sistem pelaporan harian dirancang secara khusus untuk mengakomodasi ekosistem bisnis yang perputaran uang tunainya bergerak sangat dinamis setiap hari.

  • Konteks: Format ini sangat cocok untuk perusahaan dengan mobilitas operasional yang sangat tinggi, di mana transaksi pengeluaran kecil terjadi hampir setiap jam.
  • Detail Penggunaan: Laporan ditutup setiap sore hari untuk memastikan jumlah fisik uang di cash box sama persis dengan pencatatan hari itu.
  • Kelebihan: Deteksi kesalahan atau selisih uang bisa ditemukan dengan cepat tanpa menunggu akhir minggu.

Berikut contoh template petty cash harian yang bisa Anda pelajari dan jadikan format tetap di perusahaan:

Template Petty Cash Harian
Template Petty Cash Harian

Baca Juga: 6 Contoh Laporan Laba Rugi Word, PDF, Excel (+ Template Gratis)

2. Template Petty Cash Mingguan

Bagi perusahaan yang menginginkan efisiensi waktu kerja tanpa kehilangan kendali pengawasan, format mingguan menjadi opsi jalan tengah yang paling seimbang.

  • Konteks: Format mingguan ini ideal bagi bisnis berskala kecil hingga menengah (UKM) yang transaksi kas kecilnya tidak terlalu padat setiap hari.
  • Detail Penggunaan: Pengisian ulang dana biasanya dilakukan setiap hari Senin, dan pelaporan pertanggungjawaban diserahkan pada hari Jumat.
  • Kelebihan: Menghemat waktu administrasi karena rekapitulasi dilakukan seminggu sekali dengan lampiran nota yang terkelompok rapi.

Berikut contoh template petty cash mingguan yang lebih terperinci dan bisa Anda jadikan format tetap di perusahaan:

Template Petty Cash Mingguan
Template Petty Cash Mingguan

Baca Juga: Revenue Recognition Adalah: Pengertian, Tahapan, & Contohnya

3. Template Petty Cash Bulanan

Manajemen dengan skala korporasi besar umumnya lebih menyukai rekapitulasi jangka panjang untuk memudahkan sinkronisasi dengan laporan keuangan utama perusahaan.

  • Konteks: Sistem bulanan ini umumnya diterapkan oleh perusahaan yang menggunakan metode dana tetap (Imprest Fund System) dalam pengelolaan kas kecilnya.
  • Detail Penggunaan: Saldo kas kecil ditetapkan di awal bulan dengan jumlah tertentu, lalu rekapitulasi dan pengisian kembali dilakukan di akhir bulan sebesar total pengeluaran yang terjadi.
  • Kelebihan: Sangat rapi untuk pelaporan keuangan besar dan mempermudah sinkronisasi data dengan pengeluaran software payroll Indonesia.

Berikut contoh template petty cash bulanan yang lengkap dan cocok Anda gunakan untuk di perusahaan:

Template Laporan Petty Cash Bulanan
Template Laporan Petty Cash Bulanan

4. Template Petty Cash untuk Cabang atau Divisi

Ketika skala operasional bisnis Anda mulai beralih ke banyak wilayah atau memiliki departemen yang mandiri, sentralisasi pencatatan kas kecil membutuhkan identitas pelacak tambahan.

  • Konteks: Format khusus yang digunakan jika perusahaan Anda memiliki beberapa cabang atau departemen terpisah yang memegang dana operasional masing-masing.
  • Detail Penggunaan: Setiap cabang wajib mengisi nama divisi atau kode cabang di bagian atas dokumen agar kantor pusat tidak tertukar saat melakukan konsolidasi data.
  • Kelebihan: Memudahkan evaluasi efisiensi anggaran antar-divisi, serta mempermudah proses reimbursement dana operasional antar-cabang.

Berikut adalah tabel template petty cash untuk cabang/divisi yang bisa langsung Anda gunakan:

1. Identitas Cabang/Divisi

Elemen IdentitasInformasi Cabang / DepartemenKode Konsolidasi (HQ)
Nama Cabang / Wilayah[Contoh: Cabang Surabaya]BR-SUB
Nama Departemen / Divisi[Contoh: Operasional]DEPT-OPS
Custodian (Penanggung Jawab)[Nama Pemegang Kas Cabang]ID: XXXXXX
Plafond Anggaran CabangRp [00.000.000]Alokasi Pusat

2. Jurnal Transaksi Kas Kecil Cabang

TanggalNo. Voucher CabangKode AkunUraian Pengeluaran CabangDebit (Rp)Kredit (Rp)
18/05/2026[Saldo Awal / Dana dari Pusat]10.000.000
18/05/2026PCV-SUB-0015101Perbaikan AC ruang kantor cabang350.000
19/05/2026PCV-SUB-0025203Konsumsi koordinasi tim lokal225.000
20/05/2026PCV-SUB-0035105Pembelian token listrik kantor cabang500.000
TOTALREKAPITULASI KAS CABANG10.000.0001.075.000

3. Rekonsiliasi & Otorisasi Pusat (HQ)

Komponen Audit KonsolidasiNilai KasPersetujuan Rilis Dana (HQ)
A. Plafond Dana PusatRp 10.000.000Diajukan Cabang: ( ____________________ )
B. Total Pengeluaran CabangRp 1.075.000Diperiksa Akuntan HQ: ( ____________________ )
C. Sisa Kas Fisik di CabangRp 8.925.000Disetujui CFO Pusat: ( ____________________ )
Selisih Kas (A – B – C)Rp 0 (Klop)Status: [ X ] Siap Reimbursement
Banner KantorKu HRIS
Approval reimbursement terlalu lama?

Kelola pengajuan dan persetujuan lebih praktis dengan KantorKu HRIS.

Download Template Petty Cash

Apakah Anda ingin menghemat waktu tanpa perlu menyusun dokumen pencatatan kas kecil ini dari nol? Anda dapat mengunduh berkas siap pakai yang fleksibel, otomatis dengan rumus Excel, dan sangat mudah diedit kembali sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Sebuah riset global dari International Journal of Management Reviews mengenai digitalisasi administrasi menyebutkan bahwa penggunaan template digital standar dapat memotong waktu kerja administratif hingga 40% dan mereduksi risiko salah hitung akibat faktor manusia (human error).

Silakan masukkan nama dan email Anda ke dalam formulir digital di bawah ini untuk mendapatkan tautan unduhan langsung berbagai format template petty cash (Harian, Mingguan, Bulanan):

Kesalahan Umum Saat Mengelola Petty Cash

Meskipun nominalnya kecil, pengelolaan kas kecil secara manual sering kali menjadi hulu dari masalah keuangan yang lebih besar di perusahaan. Jika Anda tidak menerapkan SOP yang ketat, ada berbagai celah yang berpotensi merugikan bisnis.

Berikut adalah kesalahan-kesalahan umum yang wajib Anda pahami dan hindari dalam mengelola kas kecil demi menjaga akuntabilitas keuangan:

1. Tidak Menyimpan Struk

Kelalaian dalam mengarsipkan bukti transaksi adalah akar utama terjadinya kekacauan laporan keuangan. Validitas setiap pengeluaran kas perusahaan hanya diakui apabila didukung oleh dokumen penunjang yang sah secara hukum akuntansi.

  • Masalah: Mengeluarkan dana kas kecil hanya berdasarkan rasa percaya tanpa disertai nota resmi atau struk belanja fisik.
  • Dampak: Tim finance akan kesulitan melakukan audit, dan pengeluaran tersebut tidak bisa diakui sebagai biaya resmi perusahaan dalam laporan pajak.

2. Pengeluaran Tanpa Approval

Kebebasan akses terhadap laci kas kecil tanpa adanya birokrasi pengawasan akan merusak sistem kendali internal. Setiap rupiah uang operasional yang keluar harus disetujui oleh penanggung jawab yang sah demi mencegah tindakan penyalahgunaan anggaran.

  • Masalah: Karyawan mengambil uang kas kecil secara mandiri di dalam laci tanpa sepengetahuan atau izin tertulis dari penanggung jawab (custodian).
  • Dampak: Memicu terjadinya selisih saldo di akhir periode dan membuka celah kecurangan (fraud) internal.

3. Pencatatan Manual Tercecer

Menunda-nunda proses pembukuan ke dalam sistem digital dan mengandalkan coretan kertas konvensional adalah kebiasaan buruk administrasi yang sangat berisiko. Ketika data penting hilang, rekonstruksi laporan keuangan akan memakan waktu yang sangat lama.

  • Masalah: Menulis pengeluaran kas kecil di kertas memo harian atau buku tulis konvensional alih-alih langsung menginputnya ke template petty cash.
  • Dampak: Dokumen fisik sangat rawan hilang, terkena tumpahan air, atau terselip, sehingga mengacaukan perhitungan saat uang harus diisi ulang.

4. Saldo Tidak Pernah Dicek Ulang

Proses pengisian kembali kas kecil (replenishment) tidak boleh dilakukan secara membabi buta tanpa adanya sinkronisasi antara catatan di lembar kerja dengan fisik uang tunai. Pemeriksaan berkala adalah benteng utama untuk menjaga akurasi pembukuan.

  • Masalah: Melakukan pengisian ulang dana kas kecil begitu saja saat uang habis tanpa melakukan pemeriksaan fisik saldo (cash opname) terlebih dahulu.
  • Dampak: Selisih minor yang menumpuk selama berbulan-bulan bisa membengkak menjadi kerugian finansial yang signifikan tanpa diketahui penyebabnya.

5. Menggabungkan Uang Pribadi dan Perusahaan

Pencampuran aset finansial pribadi dan milik badan usaha adalah pelanggaran mendasar dalam tata kelola administrasi profesional. Kebiasaan ini akan mengaburkan objektivitas laporan kas kecil dan memicu ketidaksesuaian data yang fatal.

  • Masalah: Penanggung jawab kas kecil menggunakan uang operasional kantor untuk keperluan pribadi sementara waktu, atau sebaliknya, menggunakan dompet pribadi untuk kembalian kantor.
  • Dampak: Batas profesionalisme finansial menjadi kabur, meningkatkan risiko kehilangan uang, dan mempersulit akurasi laporan keuangan internal.

Kelola Reimbursement Lebih Praktis lewat KantorKu HRIS!

Mengurusi dokumen internal seperti keuangan kas kecil dan pencatatan template petty cash memang sangat vital untuk memastikan operasional harian kantor Anda tetap berputar.

Namun, sebagai pemilik usaha atau profesional HRD yang visioner, Anda tentu paham bahwa kelancaran urusan keuangan mikro ini harus diimbangi dengan tata kelola manajemen SDM dan sistem klaim yang kuat di dalam kantor.

Jika bisnis Anda saat ini sedang membutuhkan aplikasi HRIS yang mempermudah pekerjaan HR, ini solusinya! Melalui platform yang ramah pengguna ini, Anda dapat mengelola seluruh administrasi karyawan hingga urusan klaim dana secara otomatis dan terintegrasi:

  • Manajemen Klaim Praktis: Proses pengajuan reimbursement kini jauh lebih transparan dan cepat lewat dukungan aplikasi reimbursement terpadu. Karyawan cukup foto nota belanja dari ponsel mereka.
  • Penggajian Otomatis & Akurat: Hitung gaji bersih, potongan BPJS, PPh 21, hingga penggabungan komponen klaim kas kecil ke dalam slip gaji massal tanpa drama keliru hitung lewat kecanggihan software payroll.
  • Sistem Perhitungan Presisi: Maksimalkan efisiensi tim finance Anda dengan aplikasi perhitungan gaji karyawan serta aplikasi gaji karyawan yang meminimalkan human error.
  • Pemantauan Kinerja Akurat: Pantau pencapaian target tim secara transparan menggunakan aplikasi KPI yang tersemat langsung di dalam sistem.
  • Pusat Data Terpadu: Amankan seluruh berkas rahasia staf Anda dalam aplikasi database karyawan perusahaan yang tersimpan aman di cloud berbasis keamanan tingkat tinggi.

Alihkan fokus Anda dari urusan administrasi manual yang monoton ke arah strategi ekspansi bisnis yang lebih masif. Jadikan manajemen internal perusahaan Anda jauh lebih rapi, efisien, dan profesional sekarang juga bersama KantorKu HRIS!

Langsung klik tautan berikut untuk pelajari fitur selengkapnya dan mulailah bertransformasi digital di KantorKu HRIS.

Banner KantorKu HRIS
Rekap reimbursement masih manual?

KantorKu HRIS mudahkan monitoring reimbursement secara real-time dan efisien.

Sumber:

Virnanda, P. J. T., & Kurniawati, Y. (2025). Analisa laporan harian dan audit petty cash sebagai pengendalian internal dan pencegahan fraud. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(2), 552–559.

Bagikan

Related Articles

15 Contoh Purchase Order Lengkap PDF Excel, Word (+Template Gratis)

Cek 15 contoh purchase order untuk berbagai kebutuhan bisnis, dari barang, jasa, hingga Excel dan Word. Bisa download template PO gratis!
Purchase Request form

3 Purchase Request Form yang Sering Dibutuhkan Perusahaan

Kelola pengajuan pembelian lebih rapi dengan Purchase Request Form. Pantau kebutuhan barang, approval, dan anggaran secara efisien.

Apa Itu Headcount? Simak Fungsi, Jenis, & Cara Hitungnya

Headcount adalah jumlah total karyawan dalam perusahaan. Pelajari fungsi, jenis, cara menghitung, & cara mengelolanya dengan HRIS.